Memahami Perbedaan Flow Control Ring dan Gravity Disc pada Purifier Kapal

flow control ring

Oleh: Lilin Tua

Dalam dunia permesinan kapal, menjaga kebersihan bahan bakar dan minyak lumas adalah harga mati. Dua komponen yang sering menjadi topik diskusi hangat di kamar mesin adalah Flow Control Ring dan Gravity Disc.

Banyak yang bertanya: Apakah keduanya sama? Secara fungsional, jawabannya adalah Ya. Keduanya bertugas menjaga posisi antarmuka (interface) antara minyak dan air di dalam mangkuk (bowl) separator. Namun, secara mekanis dan operasional, keduanya memiliki perbedaan bak bumi dan langit.


1. Gravity Disc: Kendali Manual pada Purifier Konvensional

Pada sistem purifier model lama atau konvensional, kita mengenal Gravity Disc. Komponen ini berbentuk piringan logam yang sangat bergantung pada hukum fisika statis.

Karakteristik Utama Gravity Disc:

  • Penggantian Manual: Anda harus mengganti piringan ini secara manual setiap kali terjadi perubahan spesifikasi minyak.

  • Variabel Penentu: Ukuran diameter dalam piringan harus dihitung dengan presisi berdasarkan berat jenis (specific gravity), suhu operasional, dan laju aliran minyak.

  • Istilah Lain: Di lapangan, komponen ini sering disebut juga sebagai dam ring atau regulating ring.

Jika ukuran piringan salah, maka posisi interface akan bergeser. Akibatnya, minyak bisa terbuang ke saluran air (overflow) atau air malah masuk ke saluran minyak bersih.


2. Flow Control Ring: Era Otomasi Sistem ALCAP

Berbeda dengan sistem lama, separator modern seperti seri Alfa Laval FOPX menggunakan sistem ALCAP yang dilengkapi dengan Flow Control Ring. Di sini, teknologi elektronik mengambil alih peran mekanis.

Keunggulan Flow Control Ring:

  • Satu Ukuran untuk Semua: Berbeda dengan gravity disc, flow control ring biasanya hanya memiliki satu ukuran tetap. Anda tidak perlu repot menggantinya meskipun jenis minyak yang diproses berubah-ubah.

  • Tidak Bergantung pada Diameter: Posisi interface tidak lagi ditentukan oleh ukuran fisik piringan, melainkan dipantau secara elektronik.

  • Efisiensi Tinggi: Mengurangi risiko kesalahan manusia (human error) dalam pemilihan piringan yang sering terjadi pada sistem konvensional.


3. Bagaimana Sistem ALCAP Mengontrol Posisi Interface?

Jika diameternya tetap, bagaimana mungkin sistem ALCAP bisa menjaga pemisahan minyak dan air dengan sempurna? Jawabannya terletak pada Feedback Loop atau sistem umpan balik otomatis.

Peran Water Transducer (MT) sebagai “Mata”

Sistem ini menggunakan sensor canggih yang disebut Water Transducer. Sensor ini dipasang pada pipa keluaran minyak bersih untuk memantau kadar air secara real-time. Jika posisi interface mulai bergeser mendekati pusat (tanda air mulai menumpuk), sensor akan mengirimkan sinyal ke unit kontrol EPC.

Mekanisme Pengendalian Otomatis

Setelah sensor mendeteksi perubahan, sistem akan melakukan langkah koreksi melalui:

  1. Water Drain Valve: Unit kontrol membuka katup pembuangan air secara otomatis.

  2. Sludge Discharge: Jika diperlukan, sistem memicu pembuangan lumpur untuk membersihkan mangkuk.

  3. Hasil Akhir: Air yang menumpuk di pinggir mangkuk terbuang, sehingga posisi interface terdorong kembali ke posisi ideal. Minyak yang dihasilkan pun tetap murni dan berkualitas.


Kesimpulan: Mana yang Lebih Baik?

Meskipun Gravity Disc masih banyak ditemukan pada kapal-kapal senior karena ketangguhannya yang sederhana, Flow Control Ring pada sistem ALCAP adalah standar masa depan.

Sistem ALCAP menghilangkan proses “tebak-tebakan” dalam memilih ukuran piringan. Dengan bantuan sensor elektronik, posisi interface dikoreksi secara dinamis, memberikan perlindungan yang lebih konsisten terhadap mesin induk kapal Anda.

Baca: SOLAS Fondasi Keselamatan Pelayaran Dunia

Yuk Daftar Member Pelaut Connect untuk Update Info Dunia Maritim

Related Articles

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Enter your title

Enter your description
$ 39
99
Monthly
  • List Item #1
  • List Item #2
  • List Item #3
Popular